![]() |
| Akibat listrik padam, warga terpaksa menggunakan lampu teplok untuk penerangan. (MS Putra) |
Indomedia.co - Sejak pukul 08.15 WIB hingga pukul 19.15 WIB listrik padam di Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal, Panyabungan. Pemadaman terjadi karena adanya pemeliharaan di Gardu Induk Perusahaan Listrik Negara di Saba Purba, Panyabungan, Selasa, 14 Juli 2026.
Pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Bahkan tampak beberapa toko dan usaha kecil menengah terhambat proses produksinya.
"Kalau dari pengumuman yang dikeluarkan oleh PLN, seharusnya pukul 16.00 WIB sudah nyala listriknya. Namun kenyataannya listrik hidup pada pukul 20.00 WIB. Apa penyebabnya kami tidak tau karena tidak ada pengumuman, lanjutan dari pihak PLN," jelas Ikmal salah satu warga Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan.
Akibat pemadaman ini, kata Ikmal, banyak warga yang rugi, mulai tokonya tutup dan usaha yang menggunakan listrik terpaksa tutup.
"Dengan kondisi Panyabungan sering mati lampu, petinggi PLN Sumut harus mengevaluasi kinerja Manager PLN Rayon Panyabungan," harap Ikmal.
Selain tidak adanya aliran listrik, warga juga mengeluhkan terkendalanya sinyal jaringan. Hal ini sangat berdampak pada roda perekonomian.
"PLN harus bertanggung jawab. Sinyal data pun tak ada akibat padam listrik ini. Berapa total kerugian saya yang berusaha makanan ini," tutur Rahmad, pengusaha katering yang mengandalkan jaringan media sosial.
Sementara itu, Manajer ULP Panyabungan, Iqbal Rangkuti, yang konfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan sedang ada gangguan jaringan kelistrikan di Panyabungan.
"Memang benar sedang ada gangguan di jaringan kita, pak. Indikasi gangguan mengarah ke Mompang, petugas sudah di jalan untuk evakuasi," jawabnya. ***
Reporter: MS Putra
Editor: Suwardi Sinaga
