![]() |
| Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd. memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Advokasi BPIP RI Fuad Himawan, S.H., M.M. (Istimewa) |
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi FISIP UMSU bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI dan Komisi XIII DPR RI sebagai upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan masyarakat dan berbagai tantangan di era digital.
Seminar nasional mendapat dukungan penuh dari Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut. Pada kegiatan yang diikuti ratusan mahasasiwa tersebut turut hadir juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, SE, MSP, Wakil Dekan I FISIP UMSU Dr. Abrar Adhani, S.Sos., M.I.Kom., Wakil Dekan III FISIP UMSU Dr. H. Yurisna Tanjung, S.Sos., M.AP, dan para dosen.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Akrim menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda.
"Pancasila bukan sekadar hafalan ataupun simbol kenegaraan. Nilai-nilainya harus hidup dalam setiap tindakan dan menjadi karakter masyarakat Indonesia. Melalui seminar ini, saya berharap lahir relawan-relawan kebajikan yang mampu menjadi teladan dalam memperkuat persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah tantangan perkembangan zaman," ujar Rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FISIP UMSU dan BPIP RI yang telah menggagas seminar nasional tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ideologi bangsa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada FISIP UMSU yang terus menghadirkan kegiatan akademik yang berdampak bagi masyarakat. Seminar ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman ideologi Pancasila sekaligus membangun kesadaran kolektif generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, menyampaikan seminar nasional tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.
"Kegiatan seperti ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang edukasi yang mampu memperkuat karakter bangsa. Saya berharap kolaborasi antara DPR RI, BPIP, dan perguruan tinggi terus diperluas agar nilai-nilai Pancasila semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan," katanya.
Turut menghadiri kegiatan tersebut jajaran pimpinan program studi di lingkungan FISIP UMSU, yakni Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Dr. Sahran Sahputra, S.Sos., M.Sos., Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik Ananda Mahardika, S.Sos., M.SP., Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik Dr. Jehan Ridho Izharsyah, S.Sos., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Akhyar Anshori, S.Sos., M.I.Kom., serta Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Faizal Hamzah Lubis, S.Sos., M.I.Kom.
Seminar nasional juga menghadirkan jajaran pimpinan dari BPIP RI dan DPR RI, yakni Direktur Advokasi BPIP RI Fuad Himawan, S.H., M.M.
Dalam pemaparannya, Fuad Himawan menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dijalankan oleh BPIP seorang diri.
"BPIP tidak akan bisa berdiri sendiri dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat menjadi sangat penting. Penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan, termasuk melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, memahami maknanya, serta menghidupkan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Fuad Himawan.
Sesi gelar wicara dipandu oleh Arif Hamdani Margolang, S.I.Kom., M.I.Kom. selaku moderator. Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Riswanda Imawan, S.I.P., M.H.I., Dr. Sahran Sahputra, S.Sos., M.Sos., serta Galuh, S.E., M.M., Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI.
Ketiga narasumber menyoroti berbagai tantangan penguatan ideologi Pancasila di era digital yang terus berkembang. Di akhir gelar wicara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
