Indomedia.co - Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU) diajak untuk menerapkan sifat-sifat Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan profesional, khususnya ketika memasuki dunia kerja. Pesan tersebut disampaikan Ustaz H Yunus Daulay SAg MA dalam sesi penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada pelaksanaan Yudisium Lulusan FISIP UMSU Periode II Tahun 2026, di Auditorium FISIP UMSU, Jalan Muchtar Basri No 3, Medan, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Ustaz Yunus Daulay yang juga salah satu pimpinan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara itu menekankan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga oleh nilai-nilai Islam yang menjadi landasan dalam menjalankan pekerjaan. Menurutnya, empat sifat Rasulullah SAW, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah, perlu diterapkan sebagai pedoman dalam membangun integritas dan profesionalisme.
Ia menjelaskan, sifat Siddiq mengajarkan lulusan untuk senantiasa bersikap jujur dan menjaga keselarasan antara perkataan dengan tindakan selama bekerja. Sementara itu, Amanah menuntut setiap individu untuk bertanggung jawab ketika diberikan tugas, kepercayaan, maupun kewenangan, termasuk dalam menjaga kerahasiaan informasi dan aset perusahaan atau lembaga tempat bekerja.
Selanjutnya, sifat Tabligh diwujudkan melalui kemampuan menyampaikan informasi, laporan, kebenaran, dan gagasan secara jelas, terbuka, serta bertanggung jawab. Adapun Fathanah mencerminkan kecerdasan, profesionalisme, dan kemampuan untuk terus belajar serta berinovasi dalam menghadapi perubahan dan tantangan dunia kerja.
Menurutnya, penerapan keempat sifat tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan FISIP UMSU agar tidak hanya mampu bersaing secara profesional, tetapi juga dapat dipercaya dan memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Selain menekankan keteladanan sifat Rasulullah, Ustaz Yunus Daulay juga menjelaskan perbedaan orientasi antara lulusan pada umumnya dan alumni yang membawa nilai-nilai kader Muhammadiyah. Penjelasan tersebut merujuk pada materi bertajuk “Pergeseran Mindset: Nilai Pembeda Alumni Muhammadiyah” yang memuat empat aspek utama, yakni orientasi kerja, peran sosial, sikap profesional, dan hubungan dengan almamater.
Ustaz Yunus Daulay menjelaskan bahwa nilai pembeda alumni Muhammadiyah terletak pada empat aspek, yakni menjadikan pekerjaan sebagai ibadah dengan mengutamakan keberkahan rezeki, berperan sebagai agent of change yang membawa misi amar makruf nahi mungkar, menyeimbangkan kompetensi profesional dengan integritas, serta tetap menjaga nama baik almamater dan berkontribusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah di mana pun berada.
Sementara itu, hubungan dengan almamater tidak seharusnya berakhir setelah seseorang memperoleh gelar sarjana. Alumni Muhammadiyah diharapkan tetap menjaga nama baik serta berkontribusi dalam menghidupkan ranting dan cabang Persyarikatan Muhammadiyah di mana pun mereka berada.
Melalui penguatan AIK tersebut, para lulusan FISIP UMSU diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan sebagai pedoman dalam membangun karier dan menjalankan tanggung jawab profesional. Gelar sarjana bukan hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, melainkan juga awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan kerja, masyarakat, dan Persyarikatan.
Dengan demikian, lulusan FISIP UMSU diharapkan tidak hanya hadir sebagai tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga sebagai pribadi berintegritas yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, keterbukaan, dan kecerdasan dalam berkarya. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal untuk membangun reputasi yang baik sekaligus mewujudkan peran alumni sebagai insan akademis yang membawa manfaat bagi sesama. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
